KKN-TI 2025 - Duda Timur
Selat, Kab. Karangasem | Lat: -8.4484, Lng: 115.5032
Informasi KKN-TI
Profil Desa Duda Timur
Desa Duda Timur dimekarkan dari desa induknya, Desa Duda, melalui proses yang panjang. Pemekaran ini dilakukan karena luasnya wilayah Desa Duda yang mencakup 23 dusun dengan populasi sekitar 12.500 jiwa. Kondisi ini membuat pelayanan masyarakat menjadi padat dan kompleks, sehingga perlu dipecah untuk meningkatkan kelancaran pelayanan dan pemerataan pembangunan. Pada tahun 1980, diadakan rapat yang dipimpin oleh Kepala Desa I Wayan Rupa, bersama dengan Lembaga Musyawarah Desa (LMD), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), dan kepala dusun. Rapat ini menghasilkan kesepakatan untuk memekarkan Desa Duda menjadi tiga desa, yaitu:
1. Desa Duda (desa induk)
2. Desa Duda Timur (menjadi desa persiapan)
3. Desa Duda Utara (menjadi desa persiapan)
Keputusan tersebut kemudian disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Karangasem Nomor Pem/IIa/930/1981 pada tanggal 1 September 1981, yang menjadikan Desa Duda Timur sebagai desa persiapan. Setelah menjalani masa persiapan selama lima tahun dan dianggap memenuhi syarat sesuai Undang-undang Pokok Pemerintahan Desa Nomor 5 tahun 1979, Desa Duda Timur resmi menjadi desa definitif. Status desa definitif ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 111 Tahun 1986 pada tanggal 1 April 1986. Sejak saat itu, Desa Duda Timur menjadi desa mandiri, bertanggung jawab penuh atas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakatnya. Mayoritas penduduk Desa Duda Timur menganut agama Hindu, dengan sejumlah kecil warga memeluk agama Islam dan Kristen. Bahasa Bali masih umum digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di kalangan masyarakat setempat. Dalam hal mata pencaharian, sebagian besar warga bekerja di sektor pertanian, menjadi pegawai swasta, buruh, pedagang, maupun pegawai negeri.
Lingkup KKN-TI dan Program Kerja
Lingkup KKN: Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS)
Desa Duda Timur terletak di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem dengan luas 966,4 Ha. Jumlah Penduduk di Desa ini sebesar 7.115 jiwa atau 2.076 Kepala Keluarga (KK). Mayoritas penduduk adalah petani dan buruh. Potensi di Desa ini mata air stabil di perbukitan utara dan gotong royong warga. Fokus kegiatan adalah pengabdian partisipatif melalui pendekatan Identifikasi, Masalah, Analisis, dan Perencanaan (IMAP).
Tantangan yang ada di Desa Duda Timur yaitu:
PAMSIMAS belum merata (baru 176 pengguna; Jaga 2 & 4 belum teraliri);
Belum ada TPS3R (sampah dibakar konvensional);
Kurangnya kapasitas teknisi PAMSIMAS;
Topografi berbukit menyulitkan akses PDAM di Dusun Batu Gede.
Mahasiswa di lapangan menjalankan beberapa program kerja di antaranya:
Pemetaan jalur pipa PAMSIMAS di Wates Tengah.;
Pembangunan Lubang Cerdas Organik (LCO) untuk sampah dan drainase vertikal;
Sosialisasi Water and Sanitation Hygiene (WASH) dan PHBS di SDN 6 Duda Timur
Diskusi peningkatan kapasitas teknisi bersama BPKPK Bali; dan
Demonstrasi pembuatan pupuk melalui LCO.
Rekomendasi/Tindak Lanjut
Rekomendasi dan tindak lanjut di Desa Duda Timur :
Pembentukan dan pengaktifan kembali Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS);
Integrasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM) ke dalam RPJM Desa;
Penerapan iuran operasional PAMSIMAS Rp10.000/KK/bulan; dan
Penggunaan desain teknis LCO sebagai standar rumah tangga.
Dokumentasi Foto KKN-TI (10 foto)
Survei Lokasi Pamsimas
Identifikasi Kondisi Sarana Air, Sanitasi, dan Kebersihan di SD dan Rumah Warga
Sosialisasi CTPS dan PHBS di SD 6
FGD Pamsimas dengan Kementerian PU dan Tenaga Kerja Desa
Sosialisasi Water and Sanitation Hygiene (WASH)
Membuat Lubang Cerdas Organik (LCO) I
Finishing LCO 1, Pemasangan Banner dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Kompos dengan Menggunakan LCO
Pembuatan dan Finishing LCO2 di Rumah Perbekel Desa Duda Timur
Pemasangan Peta Jalur Pipa PAMSIMAS di Br. Pateh
Diskusi penyusunan IMAP dan Pamsimas dengan Kepala Dusun Juwuk Legi, Pateh, dan Wates Tengah