Informasi KKN-TI
Profil Desa Lodtunduh
Desa Lodtunduh adalah salah satu desa di wilayah administrasi Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Desa ini memiliki luas sekitar 6,27 km2 dan dihuni oleh lebih dari 8.000 penduduk. Secara geografis, Lodtunduh terbagi menjadi 11 Banjar Dinas, antara lain Banjar Lodsema, Mawang Kelod, Mawang Kaja, Silungan, Gelogor, Kelingkung, Tengah, Apuh, Abiansemal Kaja Kauh, dan Kertawangsa. Desa Lodtunduh memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
a. Sebelah utara berbatasan dengan Br. Pengosekan, Desa Mas
b. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Mas
c. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Batuan
d. Sebelah barat berbatasan dengan Br. Kengetan, Desa Singakerta
Desa ini dikenal sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya, serta memiliki potensi pariwisata yang kuat, terbukti dengan banyaknya toko yang menjual patung, lukisan, dan aksesoris. Di samping itu, lingkungan agraris yang mendukung juga menjadi salah satu pilar kehidupan masyarakatnya. Mata pencaharian utama warga meliputi sektor pertanian, peternakan, pelaku UMKM, dan buruh. Meskipun demikian, Lodtunduh masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama dalam bidang kesehatan lingkungan dan infrastruktur dasar. Permasalahan utama mencakup kurangnya pemeliharaan sarana PAMSIMAS, minimnya pengelolaan limbah rumah tangga, pembuangan sampah yang belum maksimal, pengaspalan jalan yang belum merata, serta isu kesehatan seperti stunting pada balita dan rendahnya kesadaran terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk intervensi terencana guna memastikan keberlanjutan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Lingkup KKN-TI dan Program Kerja
Lingkup KKN: Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan Pengelolaan Sampah
Desa Lodtunduh terletak di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Luas wilayah desa ini sebesar 6,27 km² dan memiliki jumlah penduduk sebanyak 7.660 jiwa yang terbagi menjadi 11 Banjar Dinas. Potensi Desa ini berkarakter agraris, bidang karya seni budaya dan pariwisata yang kuat namun dihadapkan pada tantangan dalam bidang kesehatan dan infrstruktur dasar. Sebagian besar warga Desa Lodtunduh untuk kebutuhan air bersihnya mengandalkan sumur bor dan mata air Pura Beji Mawang Kaja.
Tantangan yang ada di Desa Lodtunduh yaitu:
Minimnya uji kelayakan air laboratorium dan jangkauan PAMSIMAS terbatas;
Tidak ada TPS3R aktif (sampah dibuang di lahan kosong);
Jalan di Banjar Kertawangsa rusak;
Teridentifikasi 6 unit RTLH rusak berat; dan
Pemilahan sampah belum optimal dan terjadi penumpukan.
Mahasiswa di lapangan menjalankan beberapa program kerja di antaranya:
Program "Sampah Jadi Rupiah" (penukaran sampah anorganik);
Pemasangan papan edukasi PAMSIMAS di SDN 1 Lodtunduh;
Sosialisasi PHBS LESTARI ke TK Widya Kumara Sari, SD Negeri 2 Lodtunduh, SMP Negeri 3 atau SMP Negeri 4 Ubud dan kepada ibu-ibu PKK;
Penanaman pohon di Puspa Aman Alas Harum;
Survei Kepuasan Masyarakat terhadap layanan air.
Rekomendasi/Tindak Lanjut
Rekomendasi dan tindak lanjut di Desa Lodtunduh :
Pembentukan kembali lembaga pengelola TPS3R yang mandiri;
Penguatan administrasi dan iuran PAMSIMAS untuk perawatan fasilitas;
Penggunaan data spasial IMAP sebagai acuan prioritas rehabilitasi RTLH;dan
Pelaksanaan kerja bakti rutin pembersihan saluran drainase.
Dokumentasi Foto KKN-TI (8 foto)
Gotong Royong Membersikan Area Pamsimas
Diskusi terkait program kerja KKN TI bersama Perangkat Desa Lodtunduh
Sosialisa SMP Negeri 3 atau SMP Negeri 4 Ubud
osialisasi PHBS d TK Widya Kumara Sari
Edukasi Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi secara door to door
Survei Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Pamsimas
Sosialisasi Lodtunduh Sehat dan Tertib Sanitasi Mandiri (LESTARI) di Br Tengah bersama Ibu-Ibu PKK
Suvei ke Lokasi Pamsimas di Desa Lodtunduh